Label

Minggu, 30 September 2012

Fakta Tentang Gula Yang Perlu Anda Ketahui

fakta-gula-bag-1_DF Banyak hal buruk tentang gula yang sering kita dengar. Tak sedikit orang yang mengatakan bahwa gula itu berbahaya, gula itu penyebab obesitas, gula dapat membuat Anda terkena diabetes, dan hal-hal ‘menyeramkan’ lainnya.

Kita perlu tahu kebenaran tentang gula. “Gula dalam tubuh kita, glukosa, adalah bahan bakar utama bagi tubuh dan otak”, kata David Levitsky, Ph.D., profesor ilmu psikologi dan gizi di Cornell University.
Ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh gula sebenarnya timbul dari tingkat yang sangat personal. Levitsky mengatakan, “Orang merasa gula itu enak. Makanan manis cenderung membuat kita makan berlebihan. Dan makan berlebih inilah yang mengancam keseimbangan energi dalam tubuh kita.”
Baca artikel berikut ini untuk mengetahui fakta yang sesungguhnya tentang gula.

Fakta Tentang Gula dan Diabetes
Gula Tidak Menyebabkan Diabetes

Terlalu banyak gula memang iya. Diabetes artinya tubuh Anda tidak dapat membuang glukosa dari darah Anda. Dan ketika glukosa tidak diproses cukup cepat, dia dapat menghancurkan jaringan, menurut Levitsky. Orang dengan diabetes tipe 1 terlahir dengan kondisi seperti itu, dan bukan gula yang menyebabkan diabetesnya. Tapi kelebihan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa dapat menyebabkan sindrom metabolik, yang mengarah ke diabetes tipe 2.

Masih menurut Levitsky, efek negatif dari makan banyak gula adalah peningkatan glukosa. Pankreas dan reseptor insulin yang normal dapat mengatasinya, mengeliminasinya dari darah, atau menyimpannya dalam beberapa bentuk, seperti lemak.
Yang penting diperhatikan adalah pankreas tetap “normal”. Makan berlebihan memaksa pankreas Anda untuk bekerja terus menerus mengeluarkan insulin. Eric Westman, MD, seorang peneliti obesitas di Duke University Medical Center, mengatakan bahwa di zaman sekarang ini, “Memang mungkin bahwa tingginya konsumsi gula dalam jangka panjang menyebabkan kelelahan pankreas. Namun para peneliti tidak dapat memastikannya, karena tubuh dan diet setiap orang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan untuk semua orang.
Untuk mencegah Anda dari diabetes, jika Anda kelebihan berat badan, perhatikan asupan gula Anda. Penelitian telah menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa mengurangi 5 sampai 7 persen dari berat badan berlebih Anda dapat mengurangi risiko Anda terkena diabetes.

Fakta Tentang Gula dan High Fructose Corn Syrup (HFCS)
Menghindari HFCS Saja Tidak Akan Mencegah Anda Dari Obesitas

Pada 1970-an dan 1980-an, berat badan rata-rata orang Amerika bertambah seiring dengan penggunaan High Fructose Corn Syrup (HFCS) atau sirup jagung tinggi fruktosa dalam industri makanan karena harganya murah. Tapi ini hanya sebatas korelasi, bukan berarti konsumsi HFCS selalu menyebabkan kenaikan berat badan.

“Obesitas terjadi karena terlalu banyak asupan kalori” kata Lien Lillian, MD, Medical Director of Inpatient Diabetes Management di Duke University Medical Center. “Kebetulan bahwa banyak orang kelebihan berat badan banyak mengkonsumsi HFCS di soda dan makanan yang tinggi Indeks Glikemik seperti pada permen, makanan ringan, roti putih, dan sebagainya.
Dr .Westman mencatat bahwa efek dari makanan tinggi Indeks Glikemik dapat dikurangi dengan menambahkan protein dan lemak sehat. Misalnya mengoleskan selai kacang (protein dan lemak sehat) pada roti (pati, yang menjadi glukosa dalam tubuh) yang akan memperlambat penyerapan gula di tubuh Anda.
Jadi, yang harus Anda lakukan bukan hanya dengan menghindari konsumsi gula saja, tetapi juga pada total kalori yang Anda makan tiap hari. Ini penting karena obesitas artinya membuat Anda berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan lebih besar dari orang yang kurus.

Fakta Tentang Gula dan Lemak
Terlalu Banyak Gula Akan Mengisi Darah Anda Dengan Lemak

Studi sejak beberapa tahun lalu sudah menunjukkan bahwa makan terlalu banyak fruktosa, gula alami dalam buah dan juga ditambahkan ke dalam makanan olahan, dapat meningkatkan kadar lemak darah. Dan sementara jumlah yang relatif kecil dalam buah tidak perlu Anda khawatirkan, sebuah studi di University of Minnesota menunjukkan bahwa konsumsi fruktosa dalam jumlah besar yang kita konsumsi dari makanan olahan membuktikan bahwa konsumsi tinggi fruktosa akan meningkatkan trigliserida.

Mengapa? Tubuh Anda tidak dapat memetabolisme camilan manis secepat yang Anda bisa makan, kata Levitsky. Jadi hati menempatkan beberapa glukosa dari snack tersebut ke aliran darah Anda, atau menyimpannya untuk digunakan kemudian. Tapi jika tangki di hati sudah penuh, kelebihan itu menjadi trigliserida. Fruktosa dari snack yang Anda makan masuk ke hati Anda juga, tapi bukannya disimpan ke dalam aliran darah Anda, melainkan disimpan sebagai glikogen. Hati Anda dapat menyimpan sekitar 90 sampai 100 gram glikogen, kemudian mengubahnya kelebihannya menjadi lemak (trigliserida).
Dengan memelihara berat badan yang sehat, kebanyakan orang dapat menjaga level trigliserida mereka pada tingkat yang dapat diterima. “Jika Anda kelebihan berat badan atau mengalami kenaikan berat badan, lemak akan menumpuk dan menjadi penanda dari penyakit jantung dan stroke,” kata Levitsky.
Jika Anda termasuk salah satu dari orang-orang kelebihan berat badan, langkah pertama Anda adalah untuk menghentikan makanan bergula dan bertepung, bir, dan minuman manis. Tubuh Anda tidak dibuat untuk menangani gula sebanyak itu. Pertimbangkan bahwa Anda harus makan empat apel dalam rangka untuk mengkonsumsi jumlah fruktosa yang sama dengan satu Coke McDonald besar.

Uji Toleransi Glukosa Oral
Terlalu Banyak Gula Menekan Sistem Tubuh Anda

Dokter biasa menggunakan tes toleransi glukosa oral atau oral glucose tolerance test (OGTT) untuk mendiagnosa prediabetes dan diabetes. Untuk menjalani OGTT, Anda perlu mengkonsumsi 75 gram glukosa untuk melihat bagaimana sistem tubuh Anda memproses gula. Ini semacam tes shock asupan gula.

Namun 24 ons soda sering mengandung lebih dari 75 gram gula, kemungkinan sebagian besar HFCS. Sekitar setengah dari 75 gram gula itu berbentuk fruktosa sehingga tes shock menggunakan soda mungkin lebih buruk daripada tes dari dokter.
Hiperglikemia parah (gula darah yang tinggi) dapat menyebabkan penglihatan kabur, haus berlebihan, dan sering buang air kecil. Hipoglikemia (gula darah rendah) lebih mudah untuk dikenali, yaitu Anda merasa lemah, berkeringat dingin, dan cemas, penglihatan kabur, atau kelelahan beberapa jam setelah asupan gula yang banyak. OGTT akan lebih akurat daripada tes glukosa darah puasa biasa untuk melihat hal ini.

Hindari Lonjakan Gula Darah
Mengurangi Terjadinya Lonjakan Gula Darah Membantu Anda Hidup Lebih Lama

Jika Anda terbiasa makan makanan dalam jumlah besar, alkohol berlebihan, dan kurang aktivitas, maka Anda mungkin akan memperpendek usia Anda, bahkan jika berat badan Anda termasuk ideal. Lonjakan gula darah berulang memberikan stress pada organ yang membentuk mesin metabolisme tubuh Anda.

Dan Anda mungkin tidak melihat. “Orang-orang dapat hidup tanpa gejala selama bertahun-tahun dalam keadaan prediabetes meskipun mereka telah kehilangan sebanyak 50 persen fungsi pankreas mereka” kata Dr. Lien. “Dan mereka bahkan tidak tahu tentang hal itu.” , lanjutnya. Orang dengan prediabetes memiliki risiko kesehatan yang sama dengan diabetes, terutama untuk penyakit jantung.
Jadi, mulailah pikirkan tentang apa yang Anda masukkan ke dalam mulut Anda. Gula membuat Anda kecanduan, dengan rasa yang enak membuat Anda terus ingin mengkonsumsinya tanpa merasa kenyang. Batasi semua makanan tinggi Indeks Glikemik seperti minuman bergula tinggi, snack manis, kentang, pasta, roti, pancake, dan sebagainya. “Makin sedikit stress yang Anda berikan pada sistem tubuh Anda, semakin lama tubuh Anda akan berfungsi dengan baik” kata Levitsky. Dan berhenti menyalahkan gula untuk semua masalah kesehatan Anda. Intinya ada di diri Anda sendiri.

Itulah semua fakta tentang gula yang perlu Anda ketahui, sehingga sekarang Anda tahu apa yang harus Anda lakukan dengan gula itu, demi kesehatan Anda.














sumber : http://duniafitnes.com/

Tidak ada komentar:

Paling Sering Dibaca